Sabtu, 16 Mei 2015

SEJARAH ISLAM NUSANTARA (2)




Menurut catatan dinasti Tang Islam telah masuk ke Indonesia sejak tahun 674 M.  Namun waktu itu Islam belum dianut oleh para penduduk pribumi. Hanya sudah ada para pedagang Muslim yang telah berhubungan dengan masyarakat pribumi. Pada abad 10 M suku Lor (Persia) ditandai bahwa Islam telah datang dan masuk ke Jawa Timur. Bukti kongkritnya bahwa di Gresik Jawa Timur telah ditemukan makam (kuburan) Islam tertua atas atas Nama Fatimah binti Maimunah dengan ukiran tulisan bertahun 475 H/1082 M. Menurut catatan sejarah, pada saat itu, belum ada catatan yang tertulis bahwa Islam telah dipeluk oleh penduduk pribumi. Pendapat ini diperkuat catatan Markopolo yang singgah di Perlak, Aceh (Selat Malaka) pada tahun 1292 M. Menurut Markopolo bahwa saat itu sepanjang pesisir pantai Selat Malaka penduduknya terdiri dari tiga golongan: Muslim Cina, Arab-Persia, dan Penduduk Pribumi (yang belum memeluk Islam).   
Ketika abad ke 14, tahun 1405 M, keluarga Campa yang berasal dari Vietnam yang bernama Ibrahim Samarkandi beserta dua putranya yang bernama Ali Murtadho dan Ali Rahmatullah beserta sepupunya yang bernama Abu Hurairah menginjakkan kakinya ke  Indonesia dalam rangka menyebarkan luas ajaran Islam, penyebaran Islam lebih masif dan terstruktur. Dalam menyebar-luaskan dakwah ilahi ini, Ali murtadha memfokuskan diri berdakwah pada masyarakat Gresik. Di sana pula dia menjadi seorang Hakim. Sedangkan Ali Rahmatullah atau yang dikenal dengan Raden Rahmatullah (Sunan Ampel) berkonsentrasi menyebarkan ajaran Islam dengan berdakwah di daerah Surabaya sekaligus menjadi Imam di sana. Sunan Ampel atau Raden Rahmatullah di surabaya mendirikan pesantren yang bernama Ampel Delta. Raden Rahmat di pesantrennya mengkader pejuang-pejuang Islam (santri) dengan disiplin ilmu matang yang siap membantu gurunya guna menyebarkan Islam ke berbagai penjuru wilayah. Dari didikan beliaulah santri-santrinya mampu menyebarkan Islam ke tanah jawa. Diantara santrinya adalah Sunan Drajat, Sunan Muria keduanya adalah putra kandungnya sendri dan ulama-ulama lainnya.

Penyebaran Islam yang dilakukan oleh Walisongo terbilang sukses, karena dalam waktu yang singkat, Islam telah banyak dianut oleh para penduduk pribumi. Hal ini sesuai catatan dari raja portugal yang bernama Tema Pires pada tahun 1515, mencatat bahwa sepanjang pantai utara, adipati-adipati kerajaan telah memeluk agama Islam. Ini membuktikan bahwa dakwah yang dilakukan oleh walisongo cukup berhasil secara signifikan, sebab hanya beberapa puluhan tahun saja Islam telah dipeluk oleh pejabat-pejabat kerajaan kala itu. Hal ini kemungkinan besar, karena pola dakwah penyebaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamiin yang dilakukan oleh para Walisongo tersebut beradaptasi dengan lingkungan setempat, adanya penyesuaian diri dengan adat-istiadat serta kebudayaan masyarakat setempat sehingga masyarakat menerima Islam dengan baik.            

Dakwah yang dilakukan oleh wali songo (wali sembilan) dengan memasukkan nilai-nilai yang ada dalam Islam secara perlahan, bertahap serta tidak langsung memaksakan masyarakat untuk menganut Islam secara paksaan dan tidak merubah semua kebudayaan lokal yang ada dimasyarakat. Sebagai contoh, Sunan Kalijaga yang berdakwah melalui seni perwayangan. Seperti yang sudah dimaklumi kala itu wayang telah menjadi salah satu kebudayaan masyarakat. Sunan Kalijaga tidak menjadikan wayang sebagai musuh yang harus dibasmi dan dimusnahkan secara total sampai keakarnya, meliankan wayang dijadikan sebagai sarana dakwah untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat sekitar. Kearifan dan sikaf bijak Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa dengan menjadikan wayang sebagai sarana dakwah. Akhirnya wayang hanya dirubah bentuknya dari bentuk aslinya agar tidak mirip dengan manusia. Sunan Kalijaga atau Raden Syahid dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamiin dibantu oleh Syeikh Siti Jenar. Syeikh Siti Jenar ikut aktif berperan dengan gencar membantu hak-hak rakyat yang diambil oleh Kerajaan Majapahit kala itu. Melihat kondisi Kerajaan yang berbuat semena-mena dengan cara merampas hak rakyat dan menguasai seluruh kepemilikan tanah, Syeikh Siti Jenar memperjuangkan agar semua hak rakyat termasuk hak kepemilikan tanah harus diberikan kepada rakyat.

Tanya Jawab saat kajian sotoi (Solusi Terbaik Orang Islam) yang diadakan oleh HMI Komisariat Tazkia setiap malam selasa ?
1. Apakah hak kerajaan (seperti keraton jogja) menguasai tanah rakyat masih berlaku sampai saat ini?
Saat ini memang masih ada beberapa fakta bahwa di jogja keraton masih memiliki hak penuh terhadap tanah-tanah rakyat, namun itu tidak seluruhnya, hanya sebagian saja. 
2. Bagaimana corak Islam Nusantara di Indonesia ini?
Ada yang mengatakan bahwa corak Islam nusntara lebih dekat kepada corak kejawaan. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya adat-budaya IslamIndonesia yang mirip/sama dengan adat-kebudayaan jawa. Namun ini tidak bisa menjdai patokan mutlak bagaimana corak keIslaman secara umum di Indonesia, karena memang masing-masing daerah memiliki corak keisalaman yang berbeda, walaupun dapat dikatakan bahwa perbedaan tersebut bukan perbedaan mendasar dalam Islam.
3. Kenapa Islamhingga abad ke -14 belum bisa tersebar di Nusantara? Padahal Islam telah ada 7 abad lamanya bila melihat catatan sejarah bahwa Islam telah masuk k Nusantara dari abad ke 7 M.?
Hal tersebut bisa saja terjadi karena pada abad-abad awal masuknya Islam di Indonesia pengaruh dari agama lain masih kuat. saat itu penyebaran agama hindu dan budha masih kuat, ditambah lagi dengan agama yang dianut oleh kerajaan-kerajaan yang ada adalah hindu atau budha. Para penyebar agama hindu dan budha dari negara lain masih banyak yang sering berkunjung  menyebarkan agama mereka. barulah setelah beberapa abad islam telah masuk di indonesia, dengan adanya walisongo, islam tersebar dengan luas di nusantara.
4. Mana yang benar terkait teori kapan Islam masuk ke nusantara, karena para sejarawan berbeda pendapat mengenai itu?
Bila disimpulkan pendapat para sejarawan terkait kapan islam masuk ke nusantara, maka pendapat-pendapat tersebut terbagi kepada tiga teori. 

a. Islam masuk ke nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Gujarat pada abad ke-7/8 M.
b. Islam masuk ke Nusantara melalui orang-orang persia pada abad ke-12 M. Ini didasarkan pada kemiripan budaya di Nusantara dan Persia.
c. Islam tersebar melalui orang-orang arab yang melakukan perjalanan dakwa ke Nusantar pada masa Khalifah Rasyidin (masa awal munculnya Islam atau abad ke-1 H).

Bila dilihat bahwa terdapat perbedaan-perbedaan dari pendapat-pendapat di atas. Namun pendapat-pendapat ini bisa ditengahi dengan pemahaman, bahwa bisa jadi Islam sejak abad awal Islam telah ada di Indonesia, namun masih dianut hanya oleh para pedagang atau para da’i dari gujarat atau arab tersebut dan belum diterima oleh penduduk pribumi. Dan baru pada abad ke-12 M lah Islam mulai diterima oleh banyak pribumi. Jadi ketiga teori terebut benar adanya, namun berbeda maksud. Ada yang memaknai masuknya Islam di Nusantar sebagai Islam telah ada di Indonesia walaupun hanya dianut oleh para pedagang arab bukan pribumi. Dan ada yang memaknai masuknya Islam di nusantara dengan diterima dan dianutnya isla oleh penduduk pribumi.

5. Apa sebenarnya makna Walisongo dan Sunan?
Walisongo secara bahasa berarti Sembilan Wali. Istilah ini digunakan untuk menyebut para dai yang berasal dari jawa, yang menyebarkan Islam ke Nusantara. Walisongo yang bernggotakan sembilan orang ini diantaranya adalah Sunan Ampel, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati, Sunan Kudus, Raden Fatah dan Syeikh Siti Jenar.
Sunan berarti Susuhunan atau berarti yang dihormati.


Oleh: Anwar Musaddad 
Kabid PA (Pembinaan Anggota) HMI Komisariat Tazkia Cabang Bogor.  


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar