Selasa, 21 Oktober 2014

Akibat APATIS-nya Mahasiswa



 
Saat ini banyak kejadian yang tak terduga terjadi di sekitar kita. Lalu mengapa kita terlambat mengetahui suatu hal yang seharusnya kita harus lebih awal untuk mengetahuinya ?
Mungkin ini akibat dari apatisnya mahasiswa kampus kita, yang tidak respek terhadap kejadian di sekitar kampus.

Hari sabtu, 23 Februari 2013, SDN Citaringgul 1, Sentul City, kab.Bogor kedatangan segudang ilmu yang berjalan “Perpustakaan Keliling”. “Perpustakaan ini bertujuan untuk menanamkan minat dan cinta terhadap membaca buku, serta menambah ilmu pengatahuan kapada siswa/i khususnya di bangku sekolah dasar (SD)”.

Terlihat siswa/i SD sangat antusias untuk belajar dan membaca di perpustakaan tersebut.  

ROTARY CLUB, ini merupakan nama yang mungkin sudah kawan – kawan ketahui. Lembaga ini sudah melakukan beberapa kegiatan sosial, seperti bakti sosial, bantuan tanggap bencana, bantuan buku bacaan untuk sekolah terpencil, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Menurut mbak Ling-ling selaku penanggung jawab dari perpustakaan keliling ini, Rotary club sudah beraktifitas cukup lama dan beberapa tempat yang sudah pernah di kunjungi yaitu , Ciampea, Ranca Bungur dan Sentul. Sebagian besar daerah yang di tuju memiliki keterbatasan buku, atau tidak adanyaa perpustakaan yang memadai di sekolah tersebut.

Terlihat sepintas apa yang dilakukan merupakan kegiatan amal dan kemanusiaan, namun menurut beberapa sumber di media online, Rotary club merupakan senjata andalan Yahudi dalam memberdayakan umat muslim. Melalui rangkaian kegitan yang berkedok KEMANUSIAAN mereka berhasil masuk dalam kehidupan masyarakat di sekitar kita. Di media online www.eramuslim.com menjelaskan aktifitas sosial yang di nodai dengan adanya penysupan dan pencucian otak pada masyarakat yang memiliki keterbatasan ilmu pengtahuan. Adanya kegiatan kaderisasi MISIONERIS DINI dengan target anak-anak SD yang masih lugu, dengan buku bacaan yang mampu menghancurkan akidah secara perlahan.

Tahukah Kita ?

Ini terjadi di samping kampus islam ternama, dengan masjid dan menara biru yang kokoh berdiri tegak dan jama’ah muslim yang tak pernah sepi hendak mengerjakan sholat.

Dimana peran kita sebagai mahasiswa yang memiliki label islam ? apakah ini petanda bahwa kita sudah lupa akan musuh-musuh islam yang terus menggencarkan serangan ?
Ataukah kita terpedaya dengan serangan – serangan mereka sebelumnya ?

Mereka ada di sekitar kita, kawan …..
Saudara kita menjadi sasaran Rotary club, lalu apakah kita akan menjadi penonton setia ?

ini mungkin akibat dari APATIS-nya kita yang tidak peka terhadap semua yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Masih banyak masyarakat yang menunggu aksi kita sebagai mahasiswa.
Selain dari mencegah adanya Misioneris yang masuk dalam kehidupan masyarakat sekitar kampus, ada beberapa kejadian yang perlu adanya peran kita sebagai mahasiswa  yaitu, rusaknya jalan umum yang begitu lama di Babakan madang, dengan perbandingan jalan kompleks sentul yang sangat mulus.

Mulailah peka dan janganlah kita menjadi mahasiswa yang Apatis.

ditulis oleh : Muhamad Iqbal
Pengurus HMI Cabang Bogor 
Komisariat STEI Tazkia
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar